Kas Pani

Ternyata waktu begitu cepat berlalu, lari bagaikan kilat. Kalau dari dulu aku tahu seperti itu, tentu tiada kesia-siaan dilakukan. Kas Pani, pengawas sekolah SM...

Selengkapnya
Saya Guru,  Ingin Sukses, Nih Kuncinya

Saya Guru, Ingin Sukses, Nih Kuncinya

Dulu, ketika jadi guru honorer, saya memiliki sebuah buku, judulnya Kunci Sukses Pendidik. Buku ini ditulis JVS. Tondowidjojo, CM, terbit pertama kali 1985. Buku yang saya miliki, cetakan ke 7 tahun 1993, penerbit Kanasius, Yokyakarta.

Saya suka sekali membaca buku ini, berulang - ulang saya bacanya, sehingga tips sukses sebagai guru hapal di luar kepala, dan ketika jadi guru saya coba terapkan, hingga akhirnya murid-murid menyenangi gaya pembelajaran saya. Saya ingin mengulas buku ini, sebab masih relevan bagi guru, walaupun tergolong buku lama.

Keberhasilan pendidik dalam membimbing muridnya merupakan dambaan setiap guru. Dia akan bahagia bila muridnya sukses baik saat menerima pelajaran atau selesai studi. Namun, kadang ada juga guru yang gagal, bukan dia tidak menguasai disiplin ilmu yang diajarkannya, melainkan ketidaktahuan jurus-jurus sebagai pendidik. Ibarat pendekar, guru pun perlu punya jurus ampuh atau kiat khusus untuk " melumpuhkan " murid-muridnya.

Inilah tujuan Tondowidjojo menulis buku ini. Dia ingin membantu supaya guru menjadi pendidik yang sukses. Di buku ini, dia memberikan tiga puluh satu kiat yang dapatr dilakukan seorang guru.

Misalnya, pada Langkah-Langkah Permulaan. Pada kiat ini seorang pendidik sangat perlu memperhatikan langkah awal. Kesalahan pertama dalam bertindak, katakanlah saat mengabsen murid seperti memanggil tawanan bisa mendatangkan antipati murid pada pertemuan berikutnya. Bukankah lebih baik dengan senyuman atau kata-kata yang mengenakkan hati. Orang bijak berkata, " Barang siapa memulai sesuatu dengan baik, berarti ia sudah setengah berhasil", " Apa yang aku lakukan dengan baik merupakan permulaan dari setiap langkahku, "

Hal-hal kecil seperti ini perlu diperhatikan, karena seseorang jarang sekali jatuh karena batu besar. tapi sering terpleset disebabkan kulit pisang atau kerikil, begitu bunyi kata mutiara.

Selain itu, salah satu kualitas yang berharga dari pendidik adalah Ketepatan. Ketidaktepatan pada guru akan menimbulkan ketidakdisiplinan dan dapat mengundang murid untuk bersikap lalai. Ketidak tepatan, bukan hanya saat mulai pelajaran, tapi juga ketika mengakhiri pelajaran. Singkatnya, jam karet jangan ada dalam kamus hidup pendidik.

Di arus globalisasi saat ini, murid-murid banyak kerasukan hal-hal " aneh ". Akibatnya guru pun ada yang prustrasi menghadapi " keanehan " ini. Cara mengatasinya, Alexander Dumas menasihatkan, " tumbuhkan optimisme dalam hidup, jangan terlalu banyak melihat hal-hal jelek ". Optimisme adalah kearifan, semangat dan tidak bersifat mengecilkan arti.

Diakui, tidak setiap guru memiliki rasa optimisme dan kesabaran. Apalagi bila tingkah laku murid terus menggila. Di sinilah dituntut seni memberi hukuman bagi murid. Hukuman perlu ada. Tapi ingat, jangan menerapkan hukuman karena kebencian atau balas dendam. Setiap hukuman yang diberikan dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan murid.

Ketika memberi hukuman, guru perlu mawas diri. Artinya, guru jangan hanya memvonis murid bersalah, sedangkan guru tidak pernah menilai dirinya. Jangan lupa, guru setiap waktu dan terus-menerus dipantau banyak mata yang kadang sengaja mencari-cari kelemahannya. Selangkah saja salah, guru akan jadi buah bibir alias dijadikan gossip, bukan hanya masalah moral, tapi juga dalam proses pembelajaran.

Kiat berikutnya, guru perlu menghindari sikap bersilat lidah seperti seorang diplomat. Artinya murid-murid saat ini suka bos dan dengan ceraman panjang yang bertele-tele. Karenanya, hindari sikap bertele-tele. Murid saat ini membutuhkan aktivitas bukan cuma ceramah yang tak berisi.

Di buku ini, cukup banyak kiat yang mesti dimiliki seoreang guru. Tidak hanya kemampuan profesional, tapi juga kemampuan moralitas, seperti kesederhanaan, tahu batas, tahu membedakan, berprasangka baik, humor yang sehat dan banyak lainnya.

Yang berprofesi guru, saya kira sangat layak membaca buku ini, karena memuat hal-hal praktis yang setiap hari dialami seorang guru. Hanya saja, saya kurang yakin, apakah buku ini masih ada di toko buku, karena sudah terlalu lama.]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Mantaps Pak kiat kiatnya. Sukses selalu dan barakallahu fiik

22 Aug
Balas

Bu Siti bagian dari guru sukses itu, Terimakasih.

22 Aug

Iya, guru seperti itu yang dirindu Bu Emi.

22 Aug
Balas

guru yang sabar dan berwibawa pasti disenang muridnya.

22 Aug
Balas

Luarbiasa ! Terimakasih atas tulisannya pak.

23 Aug
Balas

Sama-sama. Semoga kita sehat semua.

23 Aug

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali